Di terik panas matahari yang melotot dengan garangnya, terdapat sekerumunan orang seperti semut mengeremuni gula sedang berdemo. Mereka mengatakan, “Kami tidak setuu dengan adanya valentine !! Dalam Islam tidak ada yang namanya hari Valentine !! bubarkan Valentine !”
Tiba-tiba seorang wartawan datang ingin memawancarai seorang demonstran. “Mas, ini demo apa ?”
“Ini mas, kami tidak setuju dengan adanya hari valentine.”
“Oh, gitu ya mas. Kenapa kalau boleh tau tidak setuju?”
“Iya, itu ada sejarahnya mas. Gimana gitu saya juga gak tau. Pokoknya gak boleh, kan hari kasih sayang itu harusnya setiap hari. Kayak saya, setiap hari ketemu pacar saya, jadi kan gak harus terfokus satu hari saja.”
“Oo..jadi mas punya pacar ya, siapa namanya mas?
“Hmm…ada deh…hehe”
Sentak asap merah jambu dan cahaya merah jambu dan sosok merah jambu berbaju merah jambu terlihat di tengah kerumunan. “Wuahahahahaha…..”tawa sosok merah jambu. “Apa yang kalian ributkan disini? Semua lihat saya !”
Langsung sang sosok merah jambu mengeluarkan isi tasnya. Ternyata sebuah laptop. Ia rogok-rogok lagi isinya. Ternyata sebuah LCD Proyektor lengkap dengan papan merah jambunya. Dengan sigap langsung ia menyalakan semua peralatannya. Terlihat sebuah presentasi berjudul “Kesandung Palenten”.
Sosok merah jambu segera memulai ocehannya,“Banyak sekali pemuda pemudi muslim yang kesandung sama yang namanya lope yang dikaitkan dengan hari palenten. Katanya cinta karena Allah, tapi mereka tetap saja pacaran dengan dalih untuk saling mengenal. Padahal bukan dengan pacaran kalau mau saling mengenal.”
“Jikalau di ambil poin terpenting mengenai definisi cinta karena Allah yang saya dapat dari halaqah kemarin itu, definisinya adalah cinta yang bisa menuju kepada cintanya Allah dan yang salah itu cinta yang melalaikan dan melanggar perintah Allah. Paham?” kali ini sambil melempar petasan ke depan.
“Wuaaahhhh…kenapa ada petasan?”
Seketika langsung semua orang dikerumunan itu memperhatikan sosok merah jambu. Ternyata sosok merah jambu tadi ingin mencari perhatian. Kembali dia berbicara, “Kalau pacaran itu kan cinta yang melanggar perintah Allah, iya gak? Tau kan ayat alqurannya, yang artinya tuh kita tidak boleh sedikitpun mendekati zina. Itu poin pertama sudah yang menyatakan ketidaksetujuan dengan pacaran.”
Lagi-lagi sosok merah jambu melemparkan petasan. Seketika perhatian kerumunan langsung ke petasan itu. Lagi. “Dan, poin selanjutnya karena sudah tau pacaran itu hukumnya haram dan dengan berani seorang muslim mempertunjukkannya di depan umum secara terang-terangan yang berarti melakukan maksiat secara terang-terangan tidak menutup kemungkinan maksiat yang dilakukan secara diam-diam akan lebih banyak. Lha yang terang-terangan aja di umbar-umbarkan apalagi yang diam-diam. Iya gak?” Kali ini tidak melempar petasan karena kerumunan sudah mulai memperhatikan beliau.
“Dan pacaran itu bisa membuat sejarah kotor” seketika kerumunan mulai ternganga. Mereka bertanya-tanya apa maksudnya. “Iya sejarah kotor ! kotor karena kemaksiatan. Saya yakin yang pacaran itu hanya pelampiasan nafsunya saja, bukan cinta. Mungkin cinta tapi terbalut nafsu. Memangnya ada orang yang pacaran tidak pegang-pegang tangan atau semacamnya? Benar-benar bukan cinta sejati. Dan juga kalau terbiasa putus pada saat pacaran apakah tidak mungkin kalau nanti sudah menikah bakalan mengentengkan perceraian?”
Kali ini masa mulai protes dengan kata-kata sosok merah jambu yang tak dikenal itu. Salah seorang dari mereka kemudian bertanya, “Terus bagaimana? Kita kan juga punya rasa cinta?”.
“Iya memang rasa cinta itu fitrah, sudah diberikan oleh Allah dan kita tidak bisa menolaknya. Tapi kita bisa memilih mau ditransfer dalam bentuk apa cinta tersebut. Mengikuti hawa nafsu belaka atau sebaliknya. Islam mengakui bahwa naluri seksual adalah anugerah dari Tuhan, karenanya Islam memberi porsi yang tepat untuk menyalurkan naluri tersebut, yaitu dengan pernikahan. Selain dengan pernikahan, hukumnya haram.” Wuss.. sekarang sosok merah jambu menaikkan nadanya setengah oktaf.
“Tapi tenang bagi yang belum sanggup menikah saya ada tips-tips nya supaya terhindar dari maksiat-maksiat yang sudah merajalela ini,” slide power pointnya berubah. Sekarang berbackground merah jambu dengan tulisan besar ‘tips-tips’.
“Alihkan pikiranmu dari si dia ke Dia. Perbanyak aktivitas, isi dengan yang bermanfaat. Banyak2 punya temen cowok (kalo kamu cowok), dan sebaliknya. Jangan nonton film yang merangsang perasaan cinta pada wanita. Masih banyak yang harus lebih dicintai. Puasa. Jangan terpancing.”
Terlihat kali ini kerumunan tadi terdiam. Mereka sekarang duduk rapi menyaksikan sang sosok merah jambu ajaib berbicara. Mungkin di dalam hati mereka terbesit sesuatu setelah mendengar kata-kata dari sosok merah jambu. Salah satu dari mereka berbicara, “wah, bener juga. Kita sebagai umat islam seharusnya sudah konsekuensi kita untuk menuruti apa yang diperintahkan Allah dan rasulnya. Kalau di AlQuran sudah melarang, apa boleh buat kita tidak bisa menolak maupun menego. Itulah aturan kita. Lagipula benar juga penjelasan sosok merah jambu kalau ditinjau secara ilmiah. Pacaran itu Cuma pelampiasan nafsu semata. Kalau kita memang seorang lelaki gentle men jangan pacaran tapi langsung lamar ke rumah orang tuanya dan nikah.”
“Oke, besok momen yang pas kayaknya, pas tanggal 14 Februari, saya bakalan mutusin pacar saya dan bilang ‘Ini bukan jalan yang benar sayang, Insyallah kalau kita jodoh kita akan dipertemukan lagi nanti dipelaminan’,”ucap salah seorang dari kerumunan itu.
“Ah, iya, saya juga. “ serentak dalam kerumunan yang menolak adanya hari valentine namun masih pacaran mulai membuat komitmen dalam diri mereka bahwa mereka akan memutuskan pacarnya besok tepat tanggal 14 Februari. Tidak ada jalan lain selain menuruti perintah yang sudah tertulis dalam Al-Quran kalau memang mereka benar-benar mengaku sebagai muslim.
Sekelibat layaknya kilat sosok merah jambu menghilang dan menyisakan barang-barangnya. Laptop, LCD, Sound Speaker. Langsung para kerumunan tadi mendekati Laptopnya dan mengkopi slide prensentasi tadi. Mungkin mereka ingin segera menyampaikan materi itu kepada kawan-kawan yang lain sebagai ungkapan rasa cinta sesungguhnya. Karena seorang yang mencintai tidak mungkin akan menjerumuskan ke dalam panasnya neraka. Begitu juga dengan laki-laki dan wanita yang saling mencintai, mereka seharusnya tidak akan memilih jalan untuk pacaran karena kalau memang benar-benar cinta tentu tidak akan tega menjerumuskan cintanya ke dalam neraka dengan aktivitas pacaran.
Selesai tepat 14 Februari 01.21 AM 2012 (padahal targetnya 13 feb 2012
jam 9 malam, tapi gak apalah)Mengambil sudut pandang sebagai konsekuensi seorang muslim yang
harus menuruti yang sudah ditulis di AlQuran (Jadi mungkin gak bisa
mellow dan mendayu-dayu meskipun temanya tentang lope-lope..hhe)
Sedikit meniru gaya tulisan Dr. Fauzan di dua buku nya Al-Qandas Al-Kamil dan Winneto La Mimfito
Dan sedikit mencontek power point dari Ust Abay yang judulnya ‘Gaul Syar i’
Semoga bermanfaat….jazakllah khair…:)
Sedikit meniru gaya tulisan Dr. Fauzan di dua buku nya Al-Qandas Al-Kamil dan Winneto La Mimfito
Dan sedikit mencontek power point dari Ust Abay yang judulnya ‘Gaul Syar i’
Semoga bermanfaat….jazakllah khair…:)

Komentar
Posting Komentar